Central Plantation Services (CPS) – PT. Central Alam Resources Lestari adalah perusahaan independen di Pekanbaru, Riau, Indonesia dengan bisnis utamanya adalah menyediakan layanan berbasis penelitian terapan untuk industri perkebunan kelapa sawit khususnya. CPS berdiri sejak Mei 2012 dikelola profesional oleh staff dengan keahlian khusus yang memiliki puluhan tahun pengalaman pada industri perkebunan dan didukung dengan fasilitas yang lengkap dan peralatan terkini untuk menjamin akurasi dan presisi.
CPS Laboratorium Kimia dan CPS Laboratorium Mikrobiologi memiliki visi untuk menjadi nama yang pertama di benak pelanggan pekebun ketika mereka membutuhkan solusi yang dapat diandalkan dan terpercaya untuk masalah pengujian laboratorium mereka. CPS LAB telah dipercaya lebih dari 1700 pelanggan yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia.
Usaha Minimalisasi Kesalahan Sampling (Pengambilan Sampel LSU) dan Sumber Kesalahan Laboratorium Penguji dan Penerapan Program Jaminan Mutu
Permasalahan yang sering muncul dalam pengujian sampel ialah ditemukannya hasil pengujian yang berbeda dengan contoh yang sama, hasil uji yang tidak representatif, tidak akurat dan tidak presisi di mana hal tersebut diakibatkan karena kurangnya menerapkan program jaminan mutu internal. Unsur hara kimia yang sering diuji dalam contoh jaringan tanaman, pupuk dan tanah adalah N, P, K, Mg, Ca, S, Cl, B, Cu, Zn, Mn dan Fe. Unsur tersebut selalu diuji karena merupakan unsur yang penting dalam sistem metabolisme tanaman dalam menghasilkan produksi budidaya perkebunan dan pertanian yang optimal.
Dalam artikel ini CPS LAB mengulas sumber kesalahan secara singkat mulai tahapan proses pengambilan sampel LSU dan Pengujian Laboratorium.
1. Penggunaan dan pemilihan blok-blok unit pengambilan sampel daun dan pelepah (LSU) Biaya pengambilan sampel dan Analisa Laboratorium sangat kecil sekali jika dibandingkan dengan biaya pembelian pupuk. Pembuatan asesmen rekomendasi pupuk berdasar blok per blok sangat penting dimungkinkan adanya perbedaan yang nyata terhadap respons kebutuhan pupuk.
2. Identifikasi pemilihan pokok-pokok sampling (LSU sampel)
3. Pemilihan point sampling pada daun dan pelepah (LSU sampel)
3.1 Daun & Pelepah F9 pada kelapa sawit belum menghasilkan < 3 tahun setelah tanam.
3.2 Daun & Pelepah F17 pada kelapa sawit menghasilkan > 3 tahun setelah tanam.
4. Persiapan sampel untuk Pengujian Laboratorium Potong sampel daun dan pelepah menjadi ukuran kecil berkisar ≤ 1cm dan dikeringkan dalam oven pada suhu 70-80°C selama 18 jam.
5. Pemilihan Laboratorium Penguji Kata kunci pemilihan untuk mendapatkan kerja handal dari Laboratorium: Well-maintained equipment, High quality reagents & Skilled, experienced and diligent analysts.
Aspek untuk pertimbangan pemilihan Laboratorium Penguji:
Laboratorium Penguji Telah Terakreditasi ISO/IEC 17025:2017 oleh Komite Akreditasi Nasional (KAN).
Penerapan Jaminan Mutu Internal Jaminan mutu internal berfungsi untuk memastikan validitas hasil pengujian dengan menggunakan bahan acuan yang tersertifikasi Certified Reference Material maupun bahan acuan internal Reference Material untuk memenuhi standar kualitas yang ditetapkan pada pengujian harian.
Penerapan Jaminan Mutu Eksternal Uji Profisiensi (UP) skala Internasional dan Nasional Uji profisiensi adalah pengelolaan unjuk kerja dan evaluasi pengujian atas bahan yang sama atau serupa oleh dua atau lebih laboratorium yang berbeda sesuai dengan persyaratan yang ditetapkan. UP Menentukan unjuk kerja laboratorium secara menyeluruh, Validasi metode pengujian, Nilai bahan acuan, Kompetensi personel laboratorium dan Memberikan kepercayaan kepada pelanggan atas kompetensi laboratorium. CPSLAB sejak berdiri 2012 telah ikut berpartisipasi pada WEPAL (Wageningen Evaluating Programs For Analytical Laboratories – IPE International Plant Analytical Exchange yang dikelola oleh Universitas Wageningen di Belanda). Untuk meningkatkan kepercayaan pelanggan terhadap hasil analisis lab CPS turut serta dalam program UP dengan target tingkat akurasi minimum ≥ 95% AKURAT.
Penilaian Kehandalan Laboratorium Penguji yang dipilih Kesalahan pemilihan laboratorium penguji dapat mengakibatkan kesalahan yang signifikan dan membawa kerugian dalam pembuatan rekomendasi pupuk.
Penilaian Akurasi – Presisi – Pemeriksaan Silang Label Sampel – Pengolahan Data Untuk menilai akurasi, pelanggan dapat menyiapkan standard leaf sample (SLS) atau sampel daun standar di mana telah diketahui berdasarkan hasil UP masing-masing konsentrasi unsur hara (N, P, K, Mg, Ca, Cl, B, Cu, Zn, Fe dan Mn).
Pastikan hasil pengujian pada LSU Sampel (daun & pelepah) mendapatkan jaminan mutu dalam akurasi dan presisi dengan melakukan Pengujian Silang pada beberapa Laboratorium Penguji. (*)
Sumber: Majalah Sawit Indonesia



