Pertemuan Teknis Sawit 2025

Hadir di Yogyakarta, PT Central Alam Resources (CPS Lab) Bawa Solusi Akurasi Data pada Pertemuan Teknis Sawit 2025

Pertemuan Teknis Sawit 2025

YOGYAKARTA – Industri kelapa sawit Indonesia terus berbenah menuju digitalisasi dan efisiensi yang lebih tinggi. Sebagai bagian dari upaya tersebut, ajang bergengsi Pertemuan Teknis Kelapa Sawit 2025 dijadwalkan akan berlangsung pada 16-17 Juli 2025 di Kota Yogyakarta.

Pertemuan ini menjadi wadah krusial bagi para manajer kebun, asisten teknis, hingga direksi perusahaan perkebunan untuk mendiskusikan tantangan terkini, mulai dari perubahan iklim hingga optimalisasi hara tanaman. Yogyakarta dipilih sebagai tuan rumah untuk memberikan suasana diskusi yang kondusif sekaligus strategis bagi para delegasi dari seluruh Indonesia.

Solusi Berbasis Data dari CPS Laboratorium Dalam rangkaian acara dua hari tersebut, PT Central Alam Resources Lestari (CPS Laboratorium) turut berpartisipasi untuk membagikan wawasan mengenai pentingnya validitas data laboratorium dalam pengambilan keputusan di lapangan.

Sebagaimana diketahui, pemupukan merupakan komponen biaya terbesar dalam operasional perkebunan. Melalui partisipasinya, CPS Lab menekankan bahwa data yang akurat dari hasil uji laboratorium adalah kunci utama untuk menghindari pemborosan pupuk.

“Pertemuan di Yogyakarta ini menjadi momentum bagi kami untuk menunjukkan bagaimana standar ISO/IEC 17025:2017 dan program jaminan mutu internal yang kami terapkan dapat membantu perusahaan sawit meraih hasil panen yang lebih optimal dan berkelanjutan,” ungkap Bapak Abner J. Silalahi, Manajemen CPS Laboratorium.

Fokus Utama Pertemuan:

  • Penerapan teknologi pertanian presisi (Precision Agriculture).

  • Strategi pemupukan efektif berdasarkan analisis daun (LSU) dan tanah.

  • Update kebijakan industri sawit berkelanjutan.

  • Networking dan pertukaran teknologi antar stakeholder.

Acara ini diharapkan tidak hanya menjadi tempat bertukar informasi, tetapi juga melahirkan standarisasi teknis yang lebih baik demi menjaga posisi Indonesia sebagai produsen sawit nomor satu di dunia.

Share your love